Tuesday, September 16, 2008

5 Syarat Untuk Buat Maksiat

Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata, "Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat." Setelah mendengar perkataan tersebut Ibrahim berkata, "Jika kamu mahu menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh kamu melakukan maksiat."

Lelaki itu dengan tidak sabar-sabar bertanya. "Apakah syarat-syarat itu, wahai Aba Ishak?"
Ibrahim bin Adham berkata, "Syarat pertama, jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezekinya." Mendengar itu dia mengernyitkan kening seraya berkata, "Dari mana aku mahu makan? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah? "Ya!" tegas Ibrahim bin Adham. "Kalau kamu sudah memahaminya, masih mampukah memakan rezekinya, sedangkan kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?"
"Yang kedua," kata Ibrahim, "kalau mahu bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya! Syarat ini membuat lelaki i tu terkejut setengah mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya, "Wahai Abdullah, fikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedangkan kamu melanggar segala larangan-Nya?" "Ya! Anda benar." kata lelaki itu.
Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab, "Kalau kamu masih mahu bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya!" Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata, "Wahai Ibrahim, ini nasihat macam mana? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?" "Ya, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan melakukan maksiat?" kata Ibrahim.
Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat. Ibrahim melanjutkan, "Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu, katakanlah kepadanya, 'Ketepikan kematianku dulu. Aku masih mahu bertaubat dan melakukan amal soleh'." Kemudian lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersedar, "Wahai Ibrahim , mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permintaanku?" "Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahawa kamu tidak boleh menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau boleh lari dari kemurkaan Allah?"
"Baiklah, apa syarat yang kelima?" Ibrahim pun menjawab, "Wahai Abdullah kalau malaikat Zabaniyah datang hendak mengiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan engkau ikut bersamanya." Perkataan tersebut membuat lelaki itu insaf. Dia berkata, "Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya." Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran. "Mulai saat ini akut bertaubat kepada Allah." katanya sambil terisak-isak.

Thursday, September 4, 2008

Orang - orang yang Didoakan oleh Malaikat

Allah SWT berfirman, 'Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya' (QS Al Anbiyaa' 26-28)

Inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'' (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'' (Shahih Muslim no. 469)
3. Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan' (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
4. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf' (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu' (Shahih Bukhari no. 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'' (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)
7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'' (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, 'Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'' (Shahih Muslim no. 2733)
9. Orang - orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'' (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)
10. Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur' (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)
11. Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh' (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, 'Sanadnya shahih')
12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain' (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Wednesday, September 3, 2008

Ahlan Wasahlan Ya Ramadan

Hari berganti hari, siang berganti malam tanpa kita sedari Ramadan
sekali lagi menemui kita. Ahlan wasahlan ya Ramadan, kami merindui
kehadiranmu. Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:

"Sesungguhnya bulan ini (Ramadan) telah datang kepada kamu,
dalamnya ada malam yang amalan ibadat yang dilakukan pada malam itu
lebih baik dan besar ganjarannya daripada amalan selama seribu
bulan. Sesiapa yang kehilangan malam itu, sesungguhnya dia telah
kehilangan semua kebaikan. Dan tidak akan kehilangan semua perkara
itu, kecuali orang yang telah diharamkan (tidak mendapat petunjuk)
daripada Allah." (Hadis riwayat Ibnu Majah)

Marilah kita sama-sama merafa'kan kesyukuran kerana dengan rahmat
dan kasih sayangnya kita masih diberi peluang untuk bertemu dengan
bulan yang penuh dengan rahmat keampunan dan pelepasan dari azab
api neraka, bulan yang tinggi dan kedudukannya di sisi Allah dan
Rasul-Nya.

Bagi melahirkan rasa syukur yang tidak terhingga ini, penghayatan
yang lebih baik perlu dipertingkatkan bagi mengisi bulan yang
barakah ini. Puasa yang dilaksanakan biarlah lebih baik dari tahun
yang sebelumnya. Sebenarnya Ramadan yang kita cintai ini tersirat
satu azam yang perlu kita tunaikan, iaitu azam untuk menjadikan
amal ibadah atau pekerjaan harian kita pada tahun ini lebih
bermutu. Tetapi sayangnya masyarakat kita tidak memandang apa yang
tersirat ini, sebaliknya azam atau niat yang baru hanya difokuskan
pada awal tahun Masihi sebagai titik permulaan untuk memulakan azam
baru.

Ramadan memberikan ruang perancangan yang luas untuk kita
menetapkan matlamat, memperincikan amal ibadah yang ingin kita
laksanakan agar ibadah dan tugasan harian yang dilakukan dalam
bulan ini lebih tersusun dan konsisten dalam pelaksanaannya. Bukan
sekadar melaksanakannya tanpa perancangan. Ramadan yang diberkati
ini hanyalah sekali sahaja dalam setahun. Maka sudah tentu
pengisiannya perlu dihayati dari pelbagai aspek supaya ibadah
puasa, solat terawih, membaca al-Quran akan lebih baik dan sempurna.

Satu perkara yang diingatkan oleh Rasulullah s.a.w kepada umatnya
agar berhati-hati supaya tidak dikategorikan di kalangan orang yang
ditolak puasa mereka sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w yang
bermaksud:

"Berapa ramai yang berpuasa tidak mendapat ganjaran daripada
puasanya melainkan lapar dan dahaga"
(Hadis riwayat An-Nasai)

Golongan yang ditolak puasa mereka ini ialah golongan yang tidak
bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah ini. Mereka hanya
beranggapan Ramadan hanya bulan yang biasa dan puasa yang dilakukan
hanyalah sebagai menutup malu kepada masyarakat sekeliling. Ada juga
di kalangan kita yang hanya menghayati puasa dengan menjadikannya
pesta untuk merasa pelbagai jenis juadah di bazar Ramadan dan
mebeli belah semata. semua ini bukanlah salah tetapi janganlah
aktivit-aktiviti ini mencuri masa kita beribadah kepada Allah
lebih-lebih lagi dalam bulan yang mulia ini.

Lantaran itulah pengisian Ramadan perlu dirancang, agar amal ibadah
yang dilakukan adalah ibadah yang berkualiti dan diberikan ganjaran
yang besar di sisi Allah. Semoga Ramadan kali ini mampu membawa
perubahan yang positif kepada kehidupan kita.

Sunday, August 31, 2008

Kisah Benar Daging Babi Masak Rendang

Assalamualaikum,

Berwaspada lah ketika memberi nasi lomak orang2 Indon ya....Ini adalah kisah
benar....... .. Just to contribute dijual oleh perempuan Indon.... Lately,
we can see banyak makcik-makcik, kakak-kakak yg. menjual nasi lemak,
especially pada kawasan perumahan baru..

Sometimes kita tak begitu teliti samada yang jual nasi lemak tu Indon ke,
malay ke....becoz nampak sama saja,skaf or just anak tudung. This story
happened to myself..last few month in Selangor (before I shift to JB).
Setelah berpindah kerumah yg.baru kami beli di satu kawasan yang sedang
membangun di salah satu daerah di Selangor, breakfast, I cari yg. nampak
bersih and the lady mesti pakai
skaf (Muslim, I supposed) So I jumpa satu makcik....jual nasi lemak, very
nice nasi lemak, banyak
lauk,ayam, d! aging, ikan dsbnya..presentatio nnya pun menarik, lauk-lauk
dimasuk dalam bekas yang cantik, mejanya bersih, semua ada cover termasuklah
kepalanya sekali.... then I continue jadi dia punya regular customer.

For almost two weeks I really enjoyed her nasi lemak......,until one day I
terserempak dengan saorang Chinese lady, asking that makcik "apa lauk yang
special hari ni..??" Dengan pelat yg. Kurang indonannya mungkin dah lama kat
sini).. dia menjawab.... ....Ikan sambel ada, ayam sambel ada, daging lembu
rendang ada, DAGING BABI MASAK RENDANG ada, bla, bla, bla,....." Hampir nak
pengsan saya dibuatnya Nasib baiklah sebelum ni saya hanya membeli nasi
lemak biasa dan adalah sekali dua beli nasi berlaukkan ayam.....). So, I
asked her....are you muslim?? She say NO..!!! Then I ask her why is she
wearing anak tudung....guess what she told me..... takut rambut jatuh dalam
nasi supaya nampak bersih...... ... So, be carefull.... .esspecially if you
just! shift to new housing area coz there are a lot of Indon workers and
may be their wife looking for extra money, then they decide to sell nasi
lemak..., just BE CAREFULL!!!

Thanks.
Regards,

Thursday, August 28, 2008

Manfaat Berbuat Kebaikan

Pada suatu hari raja Persia melewati seorang tua yang sedang menanam
pohon buah Zaitun, kemudian raja Kisra berhenti sebentar sambil
berfikir tentang harapan yang berada di pikiran orang tua itu,
sedangkan orang tua itu boleh jadi tidak lagi hidup ketika saatnya
memakan buah dari pohon yang ia tanam tersebut karena umurnya yang
sudah sangat tua tersebut.

kemudian raja Kisra berkata: "Wahai Orang tua bukan waktunya lagi
engkau menanam pohon Zaitun ini, karena pohon ini lambat pertumbuhan
dan berbuahnya sedangkan kau orang tua yang sangat renta sekali."

orang tua itu berkata : "wahai raja Kisra, orang-orang dahulu juga
telah menanam apa yang kita makan hari ini, maka sudah sepantasnya
kita menanam supaya anak cucu kita nanti bisa makan apa yang kita
tanam sekarang"

Lantas Raja Kisra berkata "Anda sungguh luar biasa mulia." seperti
biasanya apabila raja berkata seperti itu kepada seseorang, maka
kepada orang itu diberi hadiah sesuai dengan ukuran yang sepantasnya,
maka raja membayar untuk harga buah tersebut kepada orang tua itu.

maka orang tua itu berkata lagi "wahai raja, bagaimana pendapatmu
tentang apa yang aku tanam, alangkah cepat berbuahnya."

raja Kisra itu berkata, "luar biasa" untuk yang kedua kalinya,
kemudian orang tua itu diberikan hadiah lagi yang lain.

orang tua itu berkata lagi. "wahai raja, setiap pohon yang berbuah
sekali dalam satu tahun, sedangkan pohonku ini berbuah dalam sebentar
saja dua kali."

maka raja berkata untuk kali ketiga "luar biasa", kemudian raja
berjalan dan berkata kepada para sahabatnya "Ayo pergi, jika kita
terus-terusan berhenti di kebun orang tua ini, maka tidak akan cukup
apa yang ada di perbendaharaan kita untuk memberi hadiah kepadanya".

Cerita diatas adalah contoh bahwa Setiap kebaikan yang kita lakukan
selalu membawa manfaat bagi yang mengerjakan kebaikan itu sendiri
sebagaimana Firman Alloh SWT.

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih
yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir: seratus biji, Alloh
melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh
Maha Luas (karunia)-Nya) lagi Maha mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261).

Wednesday, August 27, 2008

Sebaik-baiknya Sahabat

Malam begitu larut. saya kedatangan seorang tamu yang sangat
bersahaja. kesahajaannya membuat kami merasa dekat. saya
memanggilnya pak haji. Dalam kesempatan itu pak haji mengatakan
bahwa sebaik-baiknya sahabat adalah al-Quran.

"Kenapa pak sebaik-baiknya sahabat adalah al-Quran?" tanya saya.

"Sebab al-Quran adalah sahabat yang membetulkan kita jika kita
salah langkah bukan menganggap apapun yang kita lakukan benar."jawab
pak haji.

Setelah mendengarkan jawaban pak haji, cukup lama saya
memikirkannya. saya kira yang dikatakan benar karena kita
membutuhkan sahabat yang mampu berkata jujur. mendapatkan sahabat
yang jujur berarti juga menjadi penerang hidup kita dan al-Quran
adalah sosok yang jujur dan berkata benar. jika kita salah langkah,
kita diingatkan.

Sebagaimana sabda Baginda Nabi SAW, "Sesungguhnya ucapan yang paling
baik adalah al-Quran (H.R Bukhori)

Monday, August 25, 2008

Bayan Maulana Muhammad Laat pada 28/8/04 jord Sri Petaling

1. Semua orang perlu hidayat. Nabi SAW kata cara hidupnya seperti air yg semua orang perlu untuk hilangkan dahaga. Jadi untuk dapat hidayat kena ikut cara hidup Nabi SAW.

2. Apa itu hidayat? Hidayat ialah nur yang Allah letak dalam hati manusia yang mana manusia dapat tahu apa perintah dan larangan Allah.

3. Mana dapat hidayat? Hanya Allah bagi hidayat. No one else. 2 asas hidayat iaitu dakwah dan doa. Siang ingatkan manusia, malamnya nangis depan Allah.

4. Dunia darul asbab. Bila dakwah dan doa bertemu ditahap yg mana Allah suka maka hidayat akan turun.

5. Daerah usaha hidayat kita seluruh alam seperti daerah usaha hidayat Rasulullah s.a.w.

6. Untuk dapat sesuatu kena ada asbab. Tetapi asbab perlu ada hakikat. 6 perkara itu pasti datangkan hidayat tetapi kena ada hakikat iaitu ada ghast,kasih sayang, muamalat, akhlak dan sebagainya. Contoh: Masak tapi letak kapur soda. Walaupun masakan nampak cantik tapi tak sedap. Jadi walaupun buat dakwah tapi selain kerana Allah, maka ia merosakkan yakin kita walaupun dapat manfaat dunia.

7. Apa dakwah yang betul? Dakwah kepada Allah iaitu dakwah semua Nabi. Tiada perkauman, negara, kaum dan sebagainya. Kena putuskan segala hubungan dakwah selain kerana Allah. Selagi dakwah illallah yang betul. Kalau tak betul, ia tidak akan sebarkan hidayat, malah akan datangkan kerosakan. Nabi SAW kata kepada sahabat, "aku tinggalkan usaha dakwah ini yang mana kamu semua kena putuskan dari semua asbab kecuali Allah". Contoh: Kalau sembelih ayam tak putuskan urat yang betul, maka ia jadi bangkai atau ia hidup dengan huyung-hayang. Kalau dakwah dengan betul maka hidayat tersebar seluruh dunia. Org tak mau agama, akan tertarik kepada agama.

8. Maulana Ilyas bagitahu usaha dakwah ini cara Nabi dan sahabat. Kalau ikut cara Nabi, kesan seperti zaman Nabi dengan syarat tertib, adab dan mizaj Nabi. Sepertimana zaman sahabat letak garam dalam air jadi masin, kesan yang sama zaman ini jika letak garam dalam air pasti jadi masin.

9. Nabi ada keyakinan terhadap apa yang dia ajak. Semua orang fikir macamana nak bunuh Nabi. Apabila Nabi hijrah maka org Mekah mahu dapatkan ganjaran jika dapat bunuh Nabi. Nabi telah sembunyi dalam gua dengan Abu Bakar. Nabi kata Allah bersama kita. Kita kena yakin dalam dakwah bahawa Allah bersama kita tidak kira apa keadaan pun. Jika ada yakin ini, insyaAllah kita akan jadi asbab untuk bangunkan kerja di semua tempat.

10. Khutbah Nabi ringkas sepertimana surat Nabi kepada pemimpin dunia. Tetapi usaha Nabi 23 tahun atas sahabat. Nabi ajar haji dlm masa 5 hari tetapi apa hubungan, akhlak, persediaan, niat betul itu Nabi ajar 23 tahun. Begitu juga dengan solat, puasa dan zakat, tertib pendek tapi hakikatnya Nabi usaha 23 tahun atas sahabat. Maulana Yusuf kata kalau pandu ikut Hayatus Sahabah, maka dapat usaha dakwah yang betul.

11. Hayatus Sahabat mula dengan taat dan akhir dengan bantuan ghaib dari Allah. Dalam usaha ini kena taat dengan syura dan mesyuarat. Taat kepada Allah dan Rasul mula dengan taat kepada orang tanggunjawab. Buat usaha semata-mata kerana Allah. Ini permulaannya. Akhir dengan bantuan ghaib. Apabila majoriti umat nampak akan ini, mereka akan rebutkan agama. Bagaimana nak buat? Cara sahabat iaitu mujahadah, rendah diri, akhlak etc. Dalam Hayatus Sahabat ada ceritakan tentang ini.

12. Contoh batu kisar umpamanya usaha agama. Adanya pengisar, lubang etc. Orang akan letak segenggam gandum tak kira ianya ada yang tak elok. Jika pengisar bergerak maka ia akan jadi tepung. Dalam usaha ini apabila semua tertib diikuti, ia akan jadi manfaat sepertimana tepung tadi. Tepung tadi dihantar ke seluruh dunia. Jadi kena sediakan semua orang untuk amal masjid, tak kira jenis orang. Orang datang ke masjid Nabawi jahil tapi keluar jadi dae'i.

13. Semua kena jaga amal masjid. Dalam pengisar, ada biji yang tak masuk dalam pengisar, maka biji tadi tidak hancur jadi tepung. Dalam usaha ini tetapi tidak hancurkan diri dengan usaha agama (ghast, taklim etc.) maka tidak jadi asbab hidayat walaupun nampak macam buat usaha agama.

Sunnatullah dan Nasib

Nasib manusia sering disebut dengan kalimat suratan nasib atau suratan
tangan, atau suratan takdir, yang menggambarkan bahwa nasib manusia
telah tertulis di lauh mahfudz sebagai takdir, dan manusia tak berdaya
mengubahnya. Jika kita menengok al Qur'an maka kita jumpai bahwa
penjelasan tentang takdir dan nasib itu tidaklah hitam putih, karena
di satu sisi diungkapkan bahwa setiap peristiwa yang terjadi di alam
raya hingga selembar daun yang jatuh pasti bertitik tolak dari
kehendak Allah (qudrat iradat Allah) dan tidak terlepas dari kendali
pengawasan Allah serta tersurat dalam ketetapan yang jelas (fi kitabin
mubin).

Sementara di sisi lain diungkapkan bahwa manusia memiliki daya pilih
dan daya upaya, bebas menentukan perbuatannya dan mampu mempengaruhi
masa depan dan nasibnya dan dapat pula mengubahnya sendiri. Al Qur'an
surat al Kahfi ayat 29 misalnya memberi kebebasan memilih kepada
manusia untuk beriman atau kafir, faman sya'a fal yu'min, waman sya'a
fal yakfur.

Dua pola ungkapan al Qur'an itu kemudian melahirkan pola-pola
pemikiran yang berlainan. Pertama pola kepercayaan "Jabbbariah" yang
mengatakan bahwa nasib manusia telah ditentukan secara pasti dan tetap
oleh Allah Yang Maha Pencipta dimana manusia tinggal menjalani
ketentuan-ketentuan itu sepenuhnya tanpa daya pilih dan tanpa daya
upaya. Pola kedua adalah kepercayaan "Qadariyah" yang mengatakan bahwa
manusialah yang menentukan segala-galanya,

nasibnya tergantung pada pilihan dan usahanya karena manusia memiliki
kebebasan untuk menentukan kebebasannya. Pola ketiga disebut
kepercayaan "Ahlussunnah wal Jamaah", yang mengatakan bahwa ada
keterbatasan dalam diri manusia, sehingga daya pilih dan daya upaya
yang dimilikinya menjadi tidak mutlak, sekalipun keduanya sangat
penting artinya sebagai landasan taklif (penunaian tugas yang
diamanatkan Allah kepada manusia).

Kepercayaan yang benar tentang takdir itu adalah bagian dari ilmu yang
utuh, yang mendorong manusia untuk bekerja keras, cermat dan tertib
dengan segala daya dan dana yang ada padanya berdasarkan pilihannya
yang timbul dari kesadaran akan amanah taklif yang diembannya untuk
meningkatkan kualitas dirinya dalam menggapai kebahagiaan di dunia dan
akhirat. Wallohu a`lam.

Tuesday, August 19, 2008

Kisah pengantin sorang hidup dan sorang mati. Seram ni.. jangan tengok kalau takut


Begini ceritanya..., tulisan ini awalnya ditulis dalam bahasa Cina
Kemudian

diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris (kemudian ke dalam bahasa
Indonesia ).


Seorang guru sejarah melakukan riset, dan tentu saja foto ini adalah
Nyata
dan benar-benar ada.


Berasal dari tahun 1920-an, dari sebuah desa di Cina. Umur sang gadis
17
tahun. Ia berasal dari keluarga yang berada dan kaya,dan dengan
kekuatan
uang, ia berhasil mendapatkan lelaki idamannya.


Pria tersebut berumur 19 tahun, dan cukup populer di mata para
gadis-gadis
karena ketampanannya.
Mereka bertunangan, tetapi upacara pernikahan secara resmi Belum
terlaksana, dan sang gadis meniggal karena demam tinggi pada Tahun
1922.


Sang pria tidak ingin menjalani ritual tradisional menikah Dengan orang
ang

telah mati, dan memutuskan untuk melarikan diri dan menjadi tentera.
Tetapi, seperti telah disebutkan, sang gadis berasal dari Keluarga
yang
kaya, dan anggota keluarganya berhasil membawa sang pria untuk
kembali,
kemudian sang pria dipaksa untuk menjalani ritual menikah dengan Gadis
yang

telah mati. Foto ini diambil pada tengah malam, ketika sang gadis
telah
mati selama 6 hari.


Mereka harus menyangga tubuh sang gadis dengan papan kayu, Agar dapat
berdiri dengan tegak. Perhatikan bahwa kaki sang gadis tidak menyetuh
Tanah

secara penuh? Dan juga, 2 baris huruf Cina, satu barisnya di Tulis
secara
terbalik, yang dikatakan diperuntukkan bagi yang telah mati. mereka
mengatakan jika anda menatap foto dengan waktu relatif Lama dan jika
sang
gadis tersenyum balik kepada anda, hal buruk akan Terjadi kepada anda.
Ini
karena sang pria tidak ingin menjalani ritual tersebut, namun, sang
pria
sangat miskin, dan tidak dapat melakukan apapun pada Waktu itu.


Sang gadis sangat mencintainya, dan memaksanya untuk bertunangan.
Menyeramkan??? Anda yang menentukan... Saya tidak merasa Ataupun
melihat
sang gadis tersenyum balik kepada saya... Anda???


Mengikut sumber yg dipercayai, gambar ini adalah original. Lihat pada
muka
pengantin pompuan. Nmpk yg mata dan pipi pompuan tu jatuh, tanda sudah
mati

dengan mulut yg terbuka sedikit, itu biasa terjadi pada org yg dah
mati
kerana otot rahang dah tak berfungsi. Diferent dgn pengantin lelaki,
muka
dia masih utuh.


Kaki perempuan tu pun tak jejak tanah, sebab diaorang guna papan untuk
mendirikan mayat tersebut. Macam mana diaorang dirikan... tak tau la
plak...

Monday, August 18, 2008

Mohon maaf...

Assalammualaikum...

Do'a malaikat Jibril menjelang Ramadhan " " Ya Allah tolong abaikan puasa
ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan
hal-hal yang berikut:

* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih
ada);
* Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami isteri;
* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita
bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah
Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jumaat.

"Sempena akan tibanya bulan Ramadhan yang tidak lama lagi saya terlebih
dahulu memohon maaf jika saya ada berbuat kesalahan, baik yang tidak di
sengaja mahupun yang di sengaja dan kadang2 kelalaian kita menjadi hidup
ini bongkak, sombong dan takbur....tegurlah/nasihatlah sedara/kawan2 anda
ini ...dalam surah al'ashr ada menyebut "Berpesan pesan dengan kebenaran
dan berpesan pesan dengan sabar"... , semoga kita dapat menjalani ibadah
puasa dengan khusyuk , diberkati dan dirahmati Allah S.W.T, insyaallah.
Saya juga memohon dihalalkan semuanya.

Saya juga telah memaafkan saudara saudari dan telah menghalalkan
segalanya".

Sunday, August 17, 2008

Doa Kebahagian

Ya Allah...
seandainya telah Engkau catatkan...
dia milikku tercipta buatku...
satukanlah hatinya dgn hatiku...
titipkanlah kebahagian antara kami...
agar kemesraan itu abadi...

Ya Allah...ya Tuhanku Yg Maha Mengasihi...
seiringkanlah kami melayari hidup ini...
ke tepian yg sejahtera dan abadi...
maka jodohkanlah kami...
tetapi Ya Allah...
seandainya telah Engkau takdirkan...
dia bukan milikku...
bawalah dia jauh dari pandanganku...
luputkanlah dia dari ingatanku..
.dan peliharalah aku dari kekecewaan...

Ya Allah ya Tuhanku Yg Maha Mengerti...
berikanlah aku kekuatan...
menolak bayangannya jauh ke dada langit...
hilang bersama senja nan merah...
agarku sentiasa tenang...
walaupun tanpa bersama dgnnya...

Ya Allah yg tercinta...
pasrahkanlah aku dgn takdirMu...
sesungguhnya apa yg telah Engkau takdirkan...
adalah yg terbaik utkku...
sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui...
Segala yg terbaik buat hambaMu ini...

Ya Allah...
cukuplah Engkau sahaja yg menjadi pemeliharaku...
di dunia dan akhirat...
dgrkanlah rintihan dari hambaMu yg daif ini...
jgnlah Engkau biarkan aku sendirian...
di dunia ini mahupun di ahkirat...
menjurumuskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran...

maka kurniakanlah aku seorang pasangan yg beriman...
Agar aku dan dia sama-sama dpt membina kesejahteraan hidup...
ke jln yg Engkau redhai...
dan kurniakanlah kami keturunan yg soleh dan solehah...
Ya Allah...
berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan akhirat...
dah peliharalah kami dari azab api neraka...
Amin...amin...ya rabbal'aalamin...

Saturday, August 16, 2008

Kahwin wanita pelacur

SOALAN: Apakah hukum mengahwini seorang pelacur yang ingin bertaubat? Apakah jaminan yang membolehkan kita percaya bahawa ia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi?

– Amran Sudin, Banting

JAWAPAN: Kata ulama kita dalam mazhab (al-syafiah) hukumnya boleh serta makruh, cuma tidak digalakkan. Ini kerana Islam amat menekankan keperibadian (akhlak) bakal pasangan masing-masing. Nabi SAW bersabda yang bermaksud: " Setelah dibilangnya beberapa kriteria wanita bakal pilihan maka kamu dapatkanlah wanita yang beragama (berakhlak mulia) pasti beruntunglah usahamu” (Maksud hadis sahih). Adapun ayat yang menyebut wanita penzina (pelacur jahat dan sebagainya) itu diharamkan (lazimnya tidak diingini) oleh lelaki yang beriman dan begitulah sebaliknya, mereka diharamkan bagi orang mukmin itu” (Maksud surah An-Nur ayat 3).

Dalam hal ini kata ulama ditegah dengan makna tegahan makruh sahaja. Jadi sekiranya wanita (lacur) itu sudah bertaubat nasuha dan dapat dipercayai kesungguhan dan penyesalannya, maka dibolehkan seseorang lelaki itu mengambilnya sebagai isteri dengan tujuan menyelamatkan ia dari terus terjerumus dalam lembah kehinaan tersebut. Dan diharapkan dia akan beroleh ganjaran yang besar dari Allah atas niatnya yang baik dan suci itu kerana mereka yang telah bertaubat itu adalah bersih dan sama seperti mereka yang tidak pernah melakukan sebarang dosa. Demikianlah maksud hadis Rasulullah SAW. Wallahualam.

Wednesday, August 13, 2008

Sekadar Menyampaikan.........

Pesanan terbaik dari seorang rakan yang jauh di perantauan.....

Assalamualaikum,

Just wanna share with everyone kisah benar yang saya lalui. Baru- baru ni ketika saya nak ke Surau berdekatan dgn rumah saya untuk sembahyang Isyak, seorang pak cik berjanggut putih dan berjubah putih dari jauh melemparkan senyum kepada saya. Kerana masih ada banyak waktu, saya tunggu pak cik berjanggut putih tu dan bertongkat yang tidak saya kenali itu. Timbul di hati saya untuk jalan seiringan ke surau.

Bila beliau hampir pada saya, kami saling memberi salam. Orangnya sudah berumur. Tiba-tiba, pak cik itu memulakan perbualan. Beliau cakap dalam bahasa Melayu dan Inggeris yang agak baik. Beliau cakap semua ayat Quran baik dan penting, tapi ada tiga surah yang beliau 'pegang' betul-betul, dan beliau nasihatkan saya supaya pegang betul-betul juga. Beliau juga nasihatkan saya supaya pesan pada anak-anak supaya pegangnya betul-betul.

Pertama, kata beliau, surah Al-Fatihah. Selain penting untuk sah sembahyang, ia juga ada doa minta bantuan Tuhan dan mintak tunjukkan jalan yang betul. Mudah-mudahan dengan 'menjaga' bersungguh-sungguh surah Al-Fatihah, akan terbuka pintu bantuan dan jalan yang betul untuk kita, kata pakcik.

Kedua, Surah Al-Ikhlas. Surah ini, katanya, surah tauhid.

Kita mesti ingat Tuhan itu Esa dan semua amalan mesti untuk-Nya. Tak guna buat baik tapi tak ikhlas.

Ketiga, surah Al-Kafirun, kata pak cik. Bahagian ini, menarik sikit. Pak cik tu cakap surah Al-Kafirun ada kena mengena dengan zaman sekarang, zaman globalisasi. Dalam zaman globalisasi, katanya, anak-anak saya mesti diajar supaya pegang betul-betul surah itu. Sebab, dalam zaman globalisasi, anak saya mungkin kena kerja atau belajar sampai ke Amerika atau ke mana-mana.

Kalau dia pegang pada surah Al-Kafirun, insya-Allah, dia akan selamat, kata pak cik. Dia akan bergaul dengan orang beragama lain, tapi dia sedar 'untukmu agamamu, untukku agamaku'.

Betul juga, fikir saya. Kemudian, pak cik cakap ada satu lagi perkara yang saya mesti pegang. Orang Islam, katanya, mesti ada tiga kekuatan.

Pertama, kekuatan minda Minda, kata pak cik, ialah ilmu. Orang Islam mesti ada ilmu, termasuk ilmu moden, ilmu teknologi, ilmu teknologi maklumat (IT) dan > sebagainya kerana ilmu-ilmu itu perlu untuk hidup.

Kedua, kekuatan hati

Hati ialah iman, kata pak cik. Hati orang Islam mesti kuat supaya betapa banyak sekali pun ilmunya, dia sedar siapa yang lebih berkuasa. Bila ilmu ada iman, barulah ilmu dan hidup jadi betul. Kala u minda kuat tapi hati tak kuat, maknanya kekuatan tak seimbang dan ilmu boleh rosakkan iman, kata pak cik.

Ketiga, kuat fizikal

Pertama-pertama, kalau tubuh badan lemah, susah ilmu nak masuk dalam minda, kata pak cik. Kala u pun ada ilmu dan ada iman, jika tubuh badan tak kuat, susah nak beramal. Maknanya, kekuatan masih tak seimbang, katanya.

Habis saja pak cik cakap pasal tiga surah dan tiga kekuatan, beliau minta diri dan hilang dari pandangan saya setiba nya di surau tersebut.

Terima kasih kepada pak cik berjanggut tu. Sebelum itu beliau berpesan agar saya sebarkan kepada yang lain. Pesanannya memang baik untuk saya sampaikan..

Iqra'.....!

Take a break........meditate...3 minutes & calm your mind...

Recite 3x :

1. Katakanlah (wahai Muhammad); ' (Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa;
2. 'Allah Yang menjadi tumpuan sekelian makhluk untuk memohon sebarang hajat;
3. 'Ia tidak beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan;
4. 'Dan tidak ada sesiapa pun yang setara dengan-Nya'.

Setelah baca , forwardkan email ini kepada seberapa banyak rakan-rakan anda.

Bayangkan betapa besarnya RAHMAT yang Allah turunkan. Insyaallah.