Tuesday, September 16, 2008

5 Syarat Untuk Buat Maksiat

Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata, "Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat." Setelah mendengar perkataan tersebut Ibrahim berkata, "Jika kamu mahu menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh kamu melakukan maksiat."

Lelaki itu dengan tidak sabar-sabar bertanya. "Apakah syarat-syarat itu, wahai Aba Ishak?"
Ibrahim bin Adham berkata, "Syarat pertama, jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezekinya." Mendengar itu dia mengernyitkan kening seraya berkata, "Dari mana aku mahu makan? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah? "Ya!" tegas Ibrahim bin Adham. "Kalau kamu sudah memahaminya, masih mampukah memakan rezekinya, sedangkan kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?"
"Yang kedua," kata Ibrahim, "kalau mahu bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya! Syarat ini membuat lelaki i tu terkejut setengah mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya, "Wahai Abdullah, fikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedangkan kamu melanggar segala larangan-Nya?" "Ya! Anda benar." kata lelaki itu.
Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab, "Kalau kamu masih mahu bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya!" Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata, "Wahai Ibrahim, ini nasihat macam mana? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?" "Ya, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan melakukan maksiat?" kata Ibrahim.
Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat. Ibrahim melanjutkan, "Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu, katakanlah kepadanya, 'Ketepikan kematianku dulu. Aku masih mahu bertaubat dan melakukan amal soleh'." Kemudian lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersedar, "Wahai Ibrahim , mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permintaanku?" "Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahawa kamu tidak boleh menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau boleh lari dari kemurkaan Allah?"
"Baiklah, apa syarat yang kelima?" Ibrahim pun menjawab, "Wahai Abdullah kalau malaikat Zabaniyah datang hendak mengiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan engkau ikut bersamanya." Perkataan tersebut membuat lelaki itu insaf. Dia berkata, "Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya." Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran. "Mulai saat ini akut bertaubat kepada Allah." katanya sambil terisak-isak.

Thursday, September 4, 2008

Orang - orang yang Didoakan oleh Malaikat

Allah SWT berfirman, 'Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya' (QS Al Anbiyaa' 26-28)

Inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'' (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'' (Shahih Muslim no. 469)
3. Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan' (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
4. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf' (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu' (Shahih Bukhari no. 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'' (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)
7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'' (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, 'Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'' (Shahih Muslim no. 2733)
9. Orang - orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'' (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)
10. Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur' (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)
11. Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh' (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, 'Sanadnya shahih')
12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain' (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Wednesday, September 3, 2008

Ahlan Wasahlan Ya Ramadan

Hari berganti hari, siang berganti malam tanpa kita sedari Ramadan
sekali lagi menemui kita. Ahlan wasahlan ya Ramadan, kami merindui
kehadiranmu. Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:

"Sesungguhnya bulan ini (Ramadan) telah datang kepada kamu,
dalamnya ada malam yang amalan ibadat yang dilakukan pada malam itu
lebih baik dan besar ganjarannya daripada amalan selama seribu
bulan. Sesiapa yang kehilangan malam itu, sesungguhnya dia telah
kehilangan semua kebaikan. Dan tidak akan kehilangan semua perkara
itu, kecuali orang yang telah diharamkan (tidak mendapat petunjuk)
daripada Allah." (Hadis riwayat Ibnu Majah)

Marilah kita sama-sama merafa'kan kesyukuran kerana dengan rahmat
dan kasih sayangnya kita masih diberi peluang untuk bertemu dengan
bulan yang penuh dengan rahmat keampunan dan pelepasan dari azab
api neraka, bulan yang tinggi dan kedudukannya di sisi Allah dan
Rasul-Nya.

Bagi melahirkan rasa syukur yang tidak terhingga ini, penghayatan
yang lebih baik perlu dipertingkatkan bagi mengisi bulan yang
barakah ini. Puasa yang dilaksanakan biarlah lebih baik dari tahun
yang sebelumnya. Sebenarnya Ramadan yang kita cintai ini tersirat
satu azam yang perlu kita tunaikan, iaitu azam untuk menjadikan
amal ibadah atau pekerjaan harian kita pada tahun ini lebih
bermutu. Tetapi sayangnya masyarakat kita tidak memandang apa yang
tersirat ini, sebaliknya azam atau niat yang baru hanya difokuskan
pada awal tahun Masihi sebagai titik permulaan untuk memulakan azam
baru.

Ramadan memberikan ruang perancangan yang luas untuk kita
menetapkan matlamat, memperincikan amal ibadah yang ingin kita
laksanakan agar ibadah dan tugasan harian yang dilakukan dalam
bulan ini lebih tersusun dan konsisten dalam pelaksanaannya. Bukan
sekadar melaksanakannya tanpa perancangan. Ramadan yang diberkati
ini hanyalah sekali sahaja dalam setahun. Maka sudah tentu
pengisiannya perlu dihayati dari pelbagai aspek supaya ibadah
puasa, solat terawih, membaca al-Quran akan lebih baik dan sempurna.

Satu perkara yang diingatkan oleh Rasulullah s.a.w kepada umatnya
agar berhati-hati supaya tidak dikategorikan di kalangan orang yang
ditolak puasa mereka sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w yang
bermaksud:

"Berapa ramai yang berpuasa tidak mendapat ganjaran daripada
puasanya melainkan lapar dan dahaga"
(Hadis riwayat An-Nasai)

Golongan yang ditolak puasa mereka ini ialah golongan yang tidak
bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah ini. Mereka hanya
beranggapan Ramadan hanya bulan yang biasa dan puasa yang dilakukan
hanyalah sebagai menutup malu kepada masyarakat sekeliling. Ada juga
di kalangan kita yang hanya menghayati puasa dengan menjadikannya
pesta untuk merasa pelbagai jenis juadah di bazar Ramadan dan
mebeli belah semata. semua ini bukanlah salah tetapi janganlah
aktivit-aktiviti ini mencuri masa kita beribadah kepada Allah
lebih-lebih lagi dalam bulan yang mulia ini.

Lantaran itulah pengisian Ramadan perlu dirancang, agar amal ibadah
yang dilakukan adalah ibadah yang berkualiti dan diberikan ganjaran
yang besar di sisi Allah. Semoga Ramadan kali ini mampu membawa
perubahan yang positif kepada kehidupan kita.

Sunday, August 31, 2008

Kisah Benar Daging Babi Masak Rendang

Assalamualaikum,

Berwaspada lah ketika memberi nasi lomak orang2 Indon ya....Ini adalah kisah
benar....... .. Just to contribute dijual oleh perempuan Indon.... Lately,
we can see banyak makcik-makcik, kakak-kakak yg. menjual nasi lemak,
especially pada kawasan perumahan baru..

Sometimes kita tak begitu teliti samada yang jual nasi lemak tu Indon ke,
malay ke....becoz nampak sama saja,skaf or just anak tudung. This story
happened to myself..last few month in Selangor (before I shift to JB).
Setelah berpindah kerumah yg.baru kami beli di satu kawasan yang sedang
membangun di salah satu daerah di Selangor, breakfast, I cari yg. nampak
bersih and the lady mesti pakai
skaf (Muslim, I supposed) So I jumpa satu makcik....jual nasi lemak, very
nice nasi lemak, banyak
lauk,ayam, d! aging, ikan dsbnya..presentatio nnya pun menarik, lauk-lauk
dimasuk dalam bekas yang cantik, mejanya bersih, semua ada cover termasuklah
kepalanya sekali.... then I continue jadi dia punya regular customer.

For almost two weeks I really enjoyed her nasi lemak......,until one day I
terserempak dengan saorang Chinese lady, asking that makcik "apa lauk yang
special hari ni..??" Dengan pelat yg. Kurang indonannya mungkin dah lama kat
sini).. dia menjawab.... ....Ikan sambel ada, ayam sambel ada, daging lembu
rendang ada, DAGING BABI MASAK RENDANG ada, bla, bla, bla,....." Hampir nak
pengsan saya dibuatnya Nasib baiklah sebelum ni saya hanya membeli nasi
lemak biasa dan adalah sekali dua beli nasi berlaukkan ayam.....). So, I
asked her....are you muslim?? She say NO..!!! Then I ask her why is she
wearing anak tudung....guess what she told me..... takut rambut jatuh dalam
nasi supaya nampak bersih...... ... So, be carefull.... .esspecially if you
just! shift to new housing area coz there are a lot of Indon workers and
may be their wife looking for extra money, then they decide to sell nasi
lemak..., just BE CAREFULL!!!

Thanks.
Regards,

Thursday, August 28, 2008

Manfaat Berbuat Kebaikan

Pada suatu hari raja Persia melewati seorang tua yang sedang menanam
pohon buah Zaitun, kemudian raja Kisra berhenti sebentar sambil
berfikir tentang harapan yang berada di pikiran orang tua itu,
sedangkan orang tua itu boleh jadi tidak lagi hidup ketika saatnya
memakan buah dari pohon yang ia tanam tersebut karena umurnya yang
sudah sangat tua tersebut.

kemudian raja Kisra berkata: "Wahai Orang tua bukan waktunya lagi
engkau menanam pohon Zaitun ini, karena pohon ini lambat pertumbuhan
dan berbuahnya sedangkan kau orang tua yang sangat renta sekali."

orang tua itu berkata : "wahai raja Kisra, orang-orang dahulu juga
telah menanam apa yang kita makan hari ini, maka sudah sepantasnya
kita menanam supaya anak cucu kita nanti bisa makan apa yang kita
tanam sekarang"

Lantas Raja Kisra berkata "Anda sungguh luar biasa mulia." seperti
biasanya apabila raja berkata seperti itu kepada seseorang, maka
kepada orang itu diberi hadiah sesuai dengan ukuran yang sepantasnya,
maka raja membayar untuk harga buah tersebut kepada orang tua itu.

maka orang tua itu berkata lagi "wahai raja, bagaimana pendapatmu
tentang apa yang aku tanam, alangkah cepat berbuahnya."

raja Kisra itu berkata, "luar biasa" untuk yang kedua kalinya,
kemudian orang tua itu diberikan hadiah lagi yang lain.

orang tua itu berkata lagi. "wahai raja, setiap pohon yang berbuah
sekali dalam satu tahun, sedangkan pohonku ini berbuah dalam sebentar
saja dua kali."

maka raja berkata untuk kali ketiga "luar biasa", kemudian raja
berjalan dan berkata kepada para sahabatnya "Ayo pergi, jika kita
terus-terusan berhenti di kebun orang tua ini, maka tidak akan cukup
apa yang ada di perbendaharaan kita untuk memberi hadiah kepadanya".

Cerita diatas adalah contoh bahwa Setiap kebaikan yang kita lakukan
selalu membawa manfaat bagi yang mengerjakan kebaikan itu sendiri
sebagaimana Firman Alloh SWT.

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih
yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir: seratus biji, Alloh
melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh
Maha Luas (karunia)-Nya) lagi Maha mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261).